𓇢𓆸 Pengalaman Mengikuti OSN Fisika Tingkat Kabupaten Tahun 2019
Sebelumnya perkenalkan namaku Indriani, lahir di Muara Teweh, 15 September 2002. Aku alumni dari SMAN 2 Muara Teweh, lulusan tahun 2020. Di blog kali ini, aku ingin berbagi cerita tentang pengalamanku dalam mengikuti OSN pada tahun 2019.
Apa itu OSN? OSN atau Olimpiade Sains Nasional adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia dan kompetisi ini diadakan setiap tahun sekali.
Pada tahun 2019, kembali diadakan ajang yang bergengsi, yaitu Olimpiade Sains Nasional. Aku dipercaya oleh Bapak Kepala Sekolah untuk mewakili sekolah dalam bidang studi Fisika tingkat SMA.
Sebenarnya pada saat itu, aku tidak tahu apa-apa tentang OSN ini, sebab sebelumnya aku tidak pernah mengikuti lomba atau kegiatan semacamnya dan nilai Fisika ku juga pas-pasan.
Mungkin pada waktu itu, sistem pemilihan siswa-siswi dalam mewakilkan setiap mata pelajaran yang dilombakan itu dadakan. Sehingga guru-guru hanya akan memilih siswa-siswi yang dianggap pintar, dan mampu untuk bersaing di perlombaan ini. Dan anehnya, aku juga diikutkan dalam OSN ini, padahal aku hanya siswi biasa dan anak yang cukup rajin saja (kata temanku:v).
Baiklah setelah aku menceritakan pengalamanku secara panjang lebar tadi, awal mula terpilih untuk ikut OSN (secara dadakan), berikut aku akan menceritakan pengalamanku dalam menghadapi soal-soal rumit dan luar biasa di OSN Fisika tingkat SMA tahun 2019!!!
Tiga hari sebelum mengikuti perlombaan OSN ini, aku diberi pdf/dokumen soal beserta jawaban OSN Fisika tahun lalu(2018), oleh Bapak Kepala Sekolah SMAN 2 Muara Teweh. Wahh, begitu aku membuka isi pdf itu, tidak ada satupun dari setiap kata yang dapat ku pahami dan begitu banyak rumus yang tertera disana!!! "Mustahil bagiku untuk mengikuti OSN ini" pikirku. Bahkan, aku sempat ingin menyerah duluan dan ingin mengundurkan diri secara langsung. Akan tetapi, berkat teman-temanku yang selalu mendukungku dan menyuruhku untuk tetap maju, akupun mengurungkan niatku.
Selama 3 hari sebelum OSN berlangsung, akupun mencoba mempelajari soal-soal dan pembahasan Fisika tahun lalu. Soalnya sangat rumit, dan butuh banyak rumus untuk memahaminya. Alhasil, aku memang tidak bisa memahaminya:,) Yang kulakukan hanya belajar untuk menulis "Diketahui dan Ditanya" saja🤣, juga kalau ada soal bergambar, akan kugambar soalnya di lembar jawabanku.
Akhirnya setelah melewati masa-masa itu, hari dimana lomba yang kutakutkan itu tiba. Tepatnya pada hari Rabu, 27 Februari 2019 adalah hari OSN pertama dan terakhirku, dimana aku mengikutinya saat duduk di kelas XI.
Pada pagi hari itu, tepatnya jam 07:00 pagi kami siswa-siswi yang mengikuti OSN sudah berkumpul disekolah dan bersiap-siap untuk berangkat ke SMAN 1 Muara Teweh, yang tempatnya lumayan jauh dari sekolah kami. Kami berangkat menggunakan motor masing-masing kesana.
Setelah tiba di SMAN 1 Muara Teweh, kami mulai berkumpul di lapangan bersama siswa-siswi dari sekolah lain pastinya. Pada jam 08:00 kami berbaris, dan mengikuti upacara peresmian OSN Tingkat Kabupaten tahun 2019.
Pada jam 09:00 upacara telah selesai, kami pun mulai menuju ruang kelas masing-masing yang sudah disediakan untuk mengikuti OSN. Aku dan juga 2 adik kelas ku yang menjadi wakil untuk OSN Fisika ini, juga masuk kekelas perlombaan.
Beberapa menit kemudian, bapak pengawas OSN ini masuk ke kelas kami, alat elektronik (seperti hp/kalkulator/lainnya) diperiksa dan tas kami juga diletakkan didepan kelas untuk diamankan. Yang ada diatas meja kami masing-masing hanya pulpen, pensil, penghapus, dan penggaris.
Lembar Biodata diri dan lembar soal dan jawaban pun mulai dibagikan dan aku berdo'a sebelum menjawab soal.
Sungguh luar biasa, soal-soalnya seperti dugaanku. Tidak ada satupun yang dipahami. Namun, walaupun aku tidak memahaminya, aku mengingat perkataan temanku yang pernah mengikuti lomba ini, bahwa "Jangan Pernah Membuat Lembaran Jawaban Kosong!!!"
Dan benar, aku melakukannya. Aku pun mulai mengisi lembar jawaban seperti saat aku mempelajari soal OSN tahun lalu, yaitu menulis "Diketahui dan Ditanya" serta menggambar soal ke lembaran jawaban saja🤣.
Seperti itulah yang aku lakukan dalam pengerjaan soal OSN Fisika 2019. Sampai pada jam 12:00, waktu habis dan kami pun mengumpulkan jawaban masing-masing ke pengawas. Kami pun keluar dari kelas, dan langsung pulang kerumah masing-masing, karena sudah pusing dengan soal-soal OSN itu. Aku hanya berdo'a dan bertawakal saja, setiba sampai dirumah.
Esoknya, keajaiban terjadi. Saat aku berangkat kesekolah, aku diberikan kabar Luar Biasa dan diluar dugaan. Alhamdulillah, aku dinyatakan juara 1 OSN Fisika tingkat Kabupaten 2019 di Barito Utara. Perasaanku campur aduk dan disertai rasa syukur akan hal itu, aku masih bertanya-tanya kenapa aku bisa mendapatkan itu. Mungkin itu adalah rezeki ku, aku sangat bersyukur akan hal itu.
Singkatnya, aku pun mengikuti OSP Fisika di Palangkaraya. Yaitu di SMAN 3 Palangkaraya. Cara pengerjaan dalam menjawab soal, masih sama🤣.
Dan Alhamdulillah aku masuk 10 besar, yaitu peringkat 8 OSP Fisika tingkat Provinsi di Kalimantan tengah tahun 2019.
Sekian cerita dariku, dari kesimpulan ceritaku diatas, aku dapat mengatakan "Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin" jika kita terus berusaha, maka keberhasilan datang kepada kita. Setiap orang pasti memiliki rezeki masing-masing, dan mungkin rezekiku adalah mendapat penghargaan ini. Juga pesanku yang ku pelajari dari hal ini adalah Jangan pernah mundur dalam menghadapi suatu hal.
Mungkin tidak semua orang sama sepertiku, dengan hanya mengarang dalam mengerjakan soal dan semua itu adalah rezeki Allah SWT semata. Juga jangan lupa berdo'a sebelum memulai suatu hal. Aku hanya ingin mengatakan, sebaiknya Pelajarilah soal-soal tahun lalu, jika kamu ingin mengikuti OSN ini. Inshaa Allah keberuntungan datang menghampirimu.
Dan juga jika mengerjakan tugas atau OSN "Jangan Biarkan Lembaran Jawaban Kosong!!!" karena dengan adanya coretan-coretan jawaban, walaupun salah. HAL ITU JUGA AKAN MENDAPAT POIN DAN NILAI!
Semangat!!
Terimakasih.
Komentar
Posting Komentar